Review Buku Indikator-Indikator Makroekonomi

Saat pertama melihat buku ini di toko buku, saya langsung berminat membelinya.

Alasannya simpel, buku ini berjudul Indikator-Indikator Makroekonomi, sebuah topik yang menarik minat saya, disajikan dalam sebuah buku yang tampak tipis, tampak berbeda dengan buku-buku seputar ilmu ekonomi lainnya.

Ini mempengaruhi persepsi saya bahwa buku ini ringan dan bisa dengan mudah saya lahap sampai habis.

Meski terlihat tipis, ternyata buku yang memiliki 133 halaman ini (sebenarnya tidak tipis juga ya) cukup komprehensif membahas seputar indikator makroekonomi esensial atau yang perlu diketahui oleh para pelajar, mahasiswa, dosen, peneliti, pegawai pemerintah pusat dan daerah, serta siapa saja yang berminat memperoleh wawasan seputar indikator makroekonomi.

Buku Indikator-Indikator Makroekonomi karya Hera Susanti, Moh. Ikhsan, dan Widyanti. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI, Jakarta, 2007.

Detail Buku
Judul : Indikator-Indikator Makroekonomi (edisi ketiga).
Penulis : Hera Susanti, Moh. Ikhsan, dan Widyanti.
Penerbit : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI, Jakarta, 2007.
Jumlah halaman: 133.

Di bagian Kata Pengantar, Faisal H. Basri, Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM-FEUI) saat itu (buku yang ada di tangan saya edisi ketiga tahun 2007), menyampaikan:

“Salah satu tugas paling berat dan menantang dari seorang pengajar adalah bagaimana mendekatkan teori-teori dan konsep-konsep yang terdapat di dalam buku-buku teks dengan kenyataan sehari-hari. Tugas ini semakin berat bagi para pengajar ilmu-ilmu sosial termasuk ekonomi. mengingat teori dan konsep yang berkembang sarat dengan perbedaan pandangan serta dilandasi oleh nilai-nilai tertentu…”

Buku ini adalah upaya tim penulis LPEM UI untuk melaksanakan tugas berat tersebut.

LPEM UI memang sudah dikenal sebagai salah satu lembaga yang menyelenggarakan berbagai kursus perencanaan nasional dan daerah sejak tahun 1970-an.

Tentu dengan pengalaman puluhan tahun tersebut, mereka diharapkan telah menangkap kebutuhan pengetahuan, wawasan, atau keahlian dalam bidang perencanaan nasional.

Semangat yang bisa saya tangkap dari buku ini adalah menyampaikan pemahaman mengenai indikator-indikator makroekonomi kepada siapa saja yang membaca buku ini apa pun latar belakang bidang pendidikannya.

Maka yang harus dilakukan adalah menyajikan pengetahuan yang paling perlu diketahui dan memberikan contoh riil yang biasa ditemukan di berita ekonomi sehari-hari pada umumnya dan laporan-laporan ekonomi pada khususnya.

Buku ini terdiri atas 9 bab sebagai berikut:

Bab 1 Perubahan Struktur, menjelaskan bagaimana penyajian Produk Domestik Bruto (PDB) menurut lapangan usaha dalam berbagai versi serta proses transformasi ekonomi yaitu bagaimana perubahan-perubahan yang terjadi di dalam struktur ekonomi sejalan dengan peningkatan pendapatan per kapita.

Bab 2 Pertumbuhan Ekonomi, menjelaskan beberapa cara perhitungan tingkat pertumbuhan ekonomi yaitu dengan metode sederhana, end to end, dan regresi. Selain itu bab ini juga membahas pertumbuhan PDB secara sektoral.

Bab 3 Hubungan Investasi dengan Produk Domestik Bruto, menjelaskan apa itu Incremental Capital Output Ratio (ICOR), faktor-faktor yang mempengaruhi ICOR, dan perkembangan ICOR di Indonesia.

Bab 4 Inflasi, menjelaskan apa itu inflasi, mengapa inflasi perlu diperhatikan, cara mengukur inflasi, penyebab inflasi di Indonesia, dan beberapa isu dalam pengendalian inflasi di masa mendatang.

Bab 5 Indikator-Indikator Sektor Pemerintah, menjelaskan seputar penerimaan dan pengeluaran pemerintah, metode estimasinya, dan pajak.

Bab 6 Kependudukan dan Ketenagakerjaan, menjelaskan pertumbuhan penduduk dan struktur penduduk menurut umur, urbanisasi, tingkat partisipasi angkatan kerja, tenaga kerja menurut lapangan kerja, dan pengangguran.

Bab 7 Distribusi Pendapatan, menjelaskan koefisien gini, tingkat distribusi pendapatan menurut kriteria Bank Dunia, dan distribusi antardaerah.

Bab 8 Kesehatan, menjelaskan metode estimasi, data, dan analisis pengeluaran pemerintah untuk subsektor kesehatan, sarana kesehatan, tenaga kesehatan, angka kematian bayi (IMR), dan angka harapan hidup.

Bab 9 Indikator Pendidikan, menjelaskan metode estimasi, data, dan analisis pengeluaran pemerintah untuk sektor pendidikan, tingkat buta aksara, tingkat pendidikan, sarana pendidikan, tingkat partisipasi dan melanjutkan sekolah.

Sebagaimana terlihat pada bab 8 dan bab 9, indikator kesehatan dan pendidikan memang tidak lepas dari pembahasan mengenai makroekonomi, karena kebijakan peningkatan pertumbuhan ekonomi tidak akan lepas dari kebijakan di bidang kesehatan dan pendidikan.

Secara sederhana, masyarakat yang sehat dan memiliki pendidikan yang memadai diharapkan akan menjadi lebih produktif sehingga bisa berkontribusi bagi perekonomian nasional.

Secara tampilan, desain buku ini terkesan “klasik”.

Adapun ukuran font atau huruf yang digunakan lumayan terasa kecil-kecil di mata saya.

Selain itu sebagian paragrafnya panjang-panjang, tidak dipecah menjadi beberapa paragraf.

Saya menduga inilah sebabnya buku ini terlihat tipis, aslinya mungkin lebih tebal jika menggunakan ukuran huruf yang lebih besar dan dilakukan pemenggalan paragraf yang panjang-panjang.

Saya tidak tahu apa buku ini akan mudah ditemukan di toko-toko buku karena saya membelinya langsung di toko buku di area kampus Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta tempat penerbit buku ini berlokasi dan seingat saya belum pernah menemukannya di toko Gramedia di dekat saya tinggal.

Tetapi saya melihat ada yang menjualnya di online marketplace dengan harga yang variatif, mulai dari 30 ribuan hingga ke harga yang lebih tinggi tetapi tidak ada yang sampai 100 ribu.

Menurut saya buku ini menjadi buku pegangan yang layak dimiliki oleh orang-orang yang berminat memperdalam wawasan indikator makroekonomi maupun orang-orang yang kegiatannya terkait dengan makroekonomi.

Iqbal – Perencana.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *