Webinar Strategi Membangun Interkoneksi Supply-Demand secara Digital melalui Connected Ecosystem

Webinar Strategy Series: Strategi Membangun Interkoneksi antara Supply dan Demand secara Digital di Era New Normal melalui Connected Ecosystem diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian pada hari Selasa, 20 Oktober 2020.

Webinar Strategy Series: Strategi Membangun Interkoneksi antara Supply dan Demand secara Digital di Era New Normal melalui Connected Ecosystem diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian pada hari Selasa, 20 Oktober 2020.

Para pembicara pada acara tersebut antara lain:

  • Bapak Achmad Sigit Dwiwahjono (Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian) – Opening Remarks.
  • Bapak Taufiek Bawazier (Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian) – Keynote Speaker 1.
  • Bapak I Made Dana Tangkas (Ketua Badan Kejuruan Teknik Industri Persatuan Insinyur Indonesia & Presiden Institut Otomotif Indonesia) – Keynote Speaker 2.
  • Bapak Eden Gunawan – Moderator (Sekjen BKTI-PII).
  • Bapak M. Firdausi Manti (Asdep Industri Maritim dan Transportasi – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi/Timnas Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri/P3DN).
  • Bapak dr. Andi Saguni (Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan).
  • Bapak Andi Nur Alamsyah (Direktur Alat dan Mesin Pertanian, Ditjen Prasaran dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian).
  • Bapak Yulianto Prihhandoyo (Direktur Pengembangan Sistem Katalog LKPP).
  • Bapak Alexander Ludi (CEO Assistant FrogsID).
  • Bapak Reiza Treistanto (CEO PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia).
  • Bapak Sjamsudin Ali (CEO PT Tata Sarana Mandiri).
  • Bapak Muhamad Yopan (Public Sector Lead – Amazon Web Services).
  • Ibu Reni Yanita (Kepala Biro Perencanaan – Kementerian Perindustrian).

Beberapa isu terkini dibahas dalam webinar tersebut, antara lain pandemi Covid-19 yang telah menyebabkan disrupsi rantai pasok serta menurunnya pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar -5.32 persen pada Triwulan II 2020 dari 5.05 persen pada Triwulan II 2019.

Demikian pula halnya dengan kinerja industri manufaktur juga mengalami penurunan sebesar -6.19 persen pada Triwulan II 2020 dari 3.54 persen pada Triwulan II 2019.

Sedangkan beberapa pelajaran dari situasi pandemi Covid-19 adalah perlunya pendalaman struktur industri, kemandirian bahan baku dan produksi, reformasi regulasi dan insentif, dan optimalisasi program penggunaan produk dalam negeri.

Untuk itu, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian akan mengimplementasikan program substitusi impor sebesar 35 persen pada tahun 2022.

Upaya untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri masih menemui kendala antara lain: belanja Kementerian/Lembaga (K/L) untuk produk dalam negeri belum optimal, informasi produk unggulan nasional belum ada, utilisasi industri masih rendah dan diperlukan ekspansi pasar domestik untuk produk lokal, belum terintegrasinya G2G-B2B-G2B-G2C-B2C, masyarakat belum mendapat informasi produk apa saja yang diproduksi di Indonesia, masyarakat lebih memilih produk impor pada marketplaces, serta produk lokal di marketplaces belum banyak terjual dibanding produk impor.

Untuk itu, pemerintah akan memfasilitasi agar produsen dan pengguna/konsumen dalam negeri dapat terhubung secara digital melalui Connected Ecosystems yang akan menghubungkan SIINAS, pengguna/konsumen, ekosistem komersialisasi produk, ekosistem jasa, ekosistem regulator dan layanan pemerintah, ekosistem manufaktur, ekosistem logistik nasional dan INSW, serta ekosistem inovasi.

Di akhir acara disimpulkan beberapa hal antara lain:

  1. Pemerintah saat ini tengah bekerja keras untuk memulihkan perekonomian yang beriringan dengan sektor kesehatan melalui Program Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, dan Indonesia Tumbuh.
  2. Kementerian Perindustrian berupaya memulihkan perekonomian dan meningkatkan daya saing industri nasional antara lain melalui implementasi Making Indonesia 4.0, program substitusi impor 35% pada tahun 2022, serta mengoptimalkan program peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN).
  3. Untuk meningkatkan utilitas industri manufaktur dalam negeri, pemerintah akan memfasilitasi interkoneksi rantai pasok melalui ekosistem yang terhubung secara digital.
  4. Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, LKPP, Kementan, dan Kemenkes berkomitmen dalam upaya peningkatan penggunaan produk dalam negeri.
  5. Perlunya penyelenggaraan sertifikasi TKDN yang terjangkau sehingga dapat menjangkau semua produk dalam negeri.
  6. Industri dalam negeri relatif siap dalam menyediakan produk bagi konsumen/pengguna dalam negeri.
  7. Connected ecosystem dapat dilaksanakan secara bertahap.
  8. Kolaborasi dalam Connected Ecosystem memainkan peranan penting dalam peningkatan daya saing industri dimana perusahaan dapat bekerjasama termasuk saling bertukar data namun tetap berkompetisi satu sama lain (cooptition).
  9. Kepada seluruh stakeholder diharapkan dapat bergabung dalam connected ecosystem dalam rangka meningkatkan kemandirian bangsa.

Bahan webinar tersebut dapat diperoleh dengan mengeklik tautan DOWNLOAD di bawah ini:

DOWNLOAD

Mohon kabari melalui formulir komentar di bawah ini jika Anda menemukan tautan yang tidak berfungsi (broken link). Terima kasih.

Iqbal – Perencana.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *